Minggu, 03 Juli 2011

Jenis Pendingin Processor


disini saya akan sedikit menjelaskan cooler-cooler yang biasa digunakan sebagai pendingin processor yang umum digunakan .

1. stock cooling

stock cooling adalah sebuah pendingin yang biasanya menjadi bawaan saat kita membeli processor
stockcooling

2. Water cooling

Sistem pendinginan air dalam PC membawa beberapa kelebihan: Komponen terintegrasi seperti CPU atau graphics card akan menjadi 10% lebih dingin, sehingga umurnya akan lebih panjang. Dengan produksi panas lebih rendah, beban sistem dan kebutuhan ventilasi berkurang, PC pun nyaris tanpa bunyi.

Water-Cooling


Memasang sistem pendingin air (water cooling) tidaklah terlalu sulit. Berikut akan CHIP berikan panduan langkah demi langkah untuk menginstalasi pendingin air. Dalam praktek ini , menggunakan perangkat Innovatek Premium XXD dan casing tower Silverstone TJ06. Anda tidak harus menggunakan merek ini. Di pasaran tersedia banyak merek penyedia solusi water cooling. Metode pendingin air lainnya kurang lebih sama.

3. dry ice dan nitrogen cair

Prinsip pendinginan tipe ini sangat simpel. prosesor yang akan didinginkan ditempelkan langsung dengan dasar tabung tembaga(bonk) yang antinya bonk tsb akan diisi dengan Dry Ice atau Nitrogen Cair.


dryice

Sebelum pemasangan pendingin ini, seluruh komponen motherboard akan diolesi dengan pasta(grease) anti static untuk mencegah kondensaai(pengembunan) agar tidak terjadi korslet pada motherboard.
di sekeliling tabung juga diberi semacam bahan isolator panas untuk mencegah kondensasi.


nitrogencair


Pendinginan tipe ini biasanya digunakan untuk pendinginan ekstrim dimana untuk mengover-clock prosesor lebih lanjut diperlukan suhu minus yang ekstrim.
Suhu pendingin Liquid Nitrogen bisa mencapai -190 derajat Celcius..

4. Phase-change cooler

Pendinginan tipe ini serupa dengan pendinginan yang digunakan pada kulkas dimana pendinginan akan didorong dengan kompresor.




Phase-changecooler2


Pendinginan ini cenderung lebih dingin dari pada TEC.

5. TEC (Thermoelectric Cooler)

Prinsip kerja pendingin ini adalah dengan mengalirkan arus listrik ke salah satu sisi logam sehingga di satu sisi logam akan dingin dan di sisi logam yg lain akan panas.
gambaran prinsip kerjanya adalah sebagai berikut.


Big Cooling TEC


pendinginan dengan sistem ini memungkinkan untuk mendinginkan hingga dibawah suhu ruangan. Dalam kasus tertentu suhunya dapat mencapai dibawah titik beku air.
sumber : komputerbutut.com

Sabtu, 02 Juli 2011

MEMILIH KARTU VGA

Hallo para netter, pada kesempatan kali ini kita akan memberikan panduan tentang bagaimana cara memilih video card atau biasa disebut dengan kartu VGA (Video Graphics Adapter) yang sesuai dengan kebutuhan kita. Bagaimana sudah siap ? kalo begitu mari kita mulai saja…
Apa yang dimaksud dengan kartu VGA
Kartu VGA adalah komponen yang tugasnya menghasilkan tampilan secara visual dari komputer kalian. Hampir semua program menghasilkan keluaran visual, kartu VGA adalah hardware yang memberikan perintah kepada monitor untuk menampilkan keluaran visual yang dapat kita lihat.
Faktor yang perlu diperhatikan
1. Software
Perhatikan jenis software yang kalian pergunakan. Software yang beredar di pasaran sekarang ini, terutama untuk jenis game banyak yang memerlukan “3-D Acceleration”, jika kalian merupakan penggemar berat dari game sudah waktunya mengupgrade kartu VGA kita dengan kartu VGA yang menggunakan chip model terbaru, seperti 3dfx Voodoo 3, ATI Rage 128, Matrox G400, nVidia Riva TNT2 yang sudah memakai memori mulai dari 16MB sampai dengan 32MB (mungkin juga lebih).

Apakah kalian merupakan pengguna dari AutoCAD, Lightwave 3D, atau paket profesional 3D lainnya ? Untuk ini kalian membutuhkan kartu VGA yang sudah memiliki feature OpenGL yang baik dan jika kalian membutuhkan “real-time previews” maka diperlukan jumlah RAM yang besar.
Apakah kalian merupakan fans dan pemakai dari Adobe Photoshop, QuarkXPress, atau pengolah grafis 2D lainnya ? Untuk ini kalian membutuhkan kartu VGA dengan kecepatan yang tinggi yang mensupport “refresh rate” yang tinggi pada resolusi yang tinggi pula, pada umumnya membutuhkan kartu VGA dengan memori sedikitnya 16MB.
Jika kalian menghabiskan sebagian waktu kalian dengan Microsoft Word, Quicken, atau Netscape ? Aplikasi bisnis pada umumnya dapat bekerja baik dengan hampir semua jenis kartu VGA yang ada di pasaran, seperti : S3 Savage, ATI Rage Pro, ataupun Intel i740.
2. Harga
Berapa jumlah dana yang kalian harus persiapkan ? mungkin kalian memimpikan untuk memiliki kartu VGA yang dapat diperlukan untuk segala macam keperluan dari games sampai aplikasi bisnis, tapi apabila dana kalian terbatas tentu sulit sekali untuk mendapatkannya. Mungkin sebagai gambarannya apabila kalian memiliki budget kurang dari USD 30 kalian hanya akan mendapatkan kartu VGA yang mendukung aplikasi 2D, sedangkan untuk kartu VGA yang diperlukan untuk menjalankan game-game 2D/3D dengan baik mungkin memerlukan sekitar USD 30 - USD 300, dan untuk pengguna aplikasi grafis profesional yang memerlukan dana bisa melebihi dari USD 1000.

3. Sistem komputer yang dipergunakan
Kartu 3D Accelerator tercepat yang ada di bumi ini tidak akan berguna apabila CPU yang kalian miliki tidak memadai. Sebuah Pentium 200Mhz MMX tidak dapat memberikan hasil yang maksimal pada kartu 3D yang cepat. Jadi lebih baik apabila memikirkan sistem yang seimbang. Sebagai contoh CPU seperti AMD K6-2/3 dan AMD K7 dan Intel Pentium II/III mempunyai instruksi khusus yang meningkatkan performa lebih maksimal dalam mengolah data grafis. Jangan sampai terjadi “bottleneck” karena tidak seimbangnya sistem komputer kalian.

Kedua, jika kalian memiliki sistem komputer yang hanya memiliki slot jenis PCI (tidak memiliki slot AGP), hal tersebut akan menjadi keterbatasan dalam memilih jenis kartu VGA, karena tidak semua kartu
VGA yang terbaru memiliki interface PCI contohnya Matrox G400. Dan juga apabila chip graphis tertanam di dalam motherboard PC kalian kemungkinan tidak dapat diupgrade. Banyak dari motherboard yang mempunyai fasilitas AGP tapi tidak memiliki slot AGP.

Berapa jumlah memory yang dibutuhkan ?
1. Gamers : 16MB atau lebih
Pada umumnya kartu 3D Accelerator yang baik sekarang telah dilengkapi dengan memori 16MB, walaupun beberapa masih mengunakan memori 8MB. Biasanya 3D Accelerator dengan memori lebih besar akan memberikan performa yang lebih baik. Sebagai contohnya pada resolusi 800×600, 2 buffer (kebutuhan minimum untuk “double buffering” 3D grafis) memerlukan memori sekitar 2MB. Menambahkan “z-buffer” (untuk ketepatan dalam menempatkan objek dibelakang objek lainnya) hal tersebut membutuhkan 2.7MB. Dan sisanya dipergunakan untuk “triple-buffering” atau menyimpan “texture” grafis dalam jumlah besar ke dalam memori kartu VGA (akan lebih cepat daripada menggunakan memori sistem melalui AGP).

Dengan kata lain, jika kalian menggunakan dalam modus warna 32-bit (berguna untuk “multi texturing”) pada resolusi 1024×768 dengan “z-buffer” akan membutuhkan memori dari kartu VGA sebanyak 8MB
belum termasuk ukuran dari “texture” grafis yang disimpan di dalam memori. Oleh karena itu banyak dari kartu VGA 3D yang beredar sekarang ini menggunakan RAM 32MB. Bagaimanapun juga jika kalian memiliki CPU yang lebih tua seperti Intel Pentium II, kemungkinan kalian tidak dapat menjalankan dalam modus warna 32-bit pada resolusi yang lebih tinggi. Singkatnya jangan menghabiskan dana kalian apabila
processor kalian dapat menyebabkan terjadinya “bottleneck”.

2. Aplikasi Bisnis : 8MB atau lebih
Untuk pengolahan grafis 2D, 8MB lebih dari cukup untuk menjalankan pada modus 1024×768 32 bit maupun 1280×1024, tetapi hanya sedikit orang yang memiliki monitor lebih besar dari 15″ dimana yang sanggup menjalankan modus tersebut. Bagaimanapun juga kalian akan menemukan efektifitas yang lebih baik apabila kalian memiliki kartu VGA dengan memori 16MB daripada 8MB.

3. Professional grafis desainer : 16MB sampai 96MB+
Desainer grafis 2D cenderung memilih “high-bandwidth” karena pengguna dari aplikasi pengolah grafis tersebut dijalankan pada resolusi yang tinggi dan “refresh-rate” yang tinggi pula. Dalam beberapa kasus tertentu memori kartu grafis kurang begitu berperan, gambar yang terlalu besar mungkin tidak pernah muat ke dalam 32MB, jauh lebih penting adalah kecepatan konversi data dari digital ke analog (DAC - Digital to Analog Converter), sejak banyaknya desainer grafis professional menginginkan “refresh-rate” yang tinggi pada resolusi 1600×1200 atau lebih. Periksalah terlebih dahulu “refresh-rate” pada resolusi tertinggi pada kartu grafis yang akan kalian beli dengan kemampuan monitor kalian pastikan jangan sampai terjadi degradasi.

Sedangkan untuk pengguna aplikasi grafis 3D memerlukan memori dari sitem komputer yang cukup besar agar dapat melihat “rendering” secara real-time jika sistem dan kartu grafis memiliki kecepatan yang memadai. Bagaimanapun juga “refresh-rate” lebih penting disini daripada resolusi yang tinggi, banyak dari profesional desainer grafis 3D menggunakan resolusi 1280×1024 daripada menggunakan resolusi yang lebih tinggi. Jika kalian melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan grafis 3D carilah kartu grafis
yang mendukung “OpenGL ICD” yang mana merupakan hal penting dalam mengerjakan grafis 3D.

Sekian dulu dari kami HARCO Online semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam memilih kartu grafis/VGA yang sesuai dengan kebutuhan kalian sehingga tidak memboroskan dana kalian secara percuma.


Sumber : www.wiliam.info 


TAMBAHAN


Graphics card (VGA card) saat ini ada 2 jenis, yaitu yg menggunakan interface AGP 8x dan PCI Express (PCIe). board lama dan board baru dengan chipset lama, menggunakan interface AGP, sedangkan untuk board dengan chipset terbaru mendukung pemakaian interface PCIe x16
untuk graphics card saat ini ada 2 produsen besar yang menguasai pasar, NVidia dengan jajaran GeForce nya, dan ATI dengan pasukan Radeon.

Radeon
Secara garis besar, chipset radeon dibagi menjadi 2 golongan besar, seri 9 dan seri x. seri 9 dipakai untuk interface AGP, sedangkan seri x untuk PCIe.
keluarga radeon secara garis besar dibagi menjadi 3:

- kelas low end : seri 9250(AGP) dan x300(PCIe)
- kelas middle end: seri 9550 dan 9600 (AGP), seri x550, x600, x700 (PCIe)
- kelas high end : seri 9800 (AGP), x800 dan x850 (PCIe)

untuk kelas low-end, biasanya arsitektur memory 64bit, middle end 128bit, high-end 256 bit.

spesifikasi VGA card tergantung dari produsen juga, chipset bisa saja sama, tapi spesifikasi memory clock, core clock, bisa berbeda-beda.

NVidia

NVidia graphics card, menggunakan chipset yg sama untuk seri AGP maupun PCIe, cuma ada beberapa chipset yg hanya khusus AGP atau PCIe.

Secara umum, chipset NVidia dibagi menjadi:

- GeForce 4 MX : chipset lama, belum mendukung directX 9

- GeForce FX 5200 : hanya untuk interface AGP, sudah mendukung directX 9, tersedia dengan arsitektur memory 64 bit (versi Lite) dan 128 bit(versi Ultimate). seri ini kira2 setara dengan Radeon 9250/x300

- GeForce 6200 : interface AGP dan PCIe, arsitektur memory rata-rata sudah 128 bit, ada beberapa tipe dengan arsitektur memory 64 bit, jenis ini kira-kira setara radeon 9600 XT (overclocked memory) dan radeon x600 XT

- GeForce 6600 : interface AGP dan PCIe, 128bit, kira2 setara radeon x700

- GeForce 6800 : hanya untuk interface PCIe, 256 bit, setara radeon x800/x850

pilihan graphics card tergantung program yg kita pakai juga, lebih optimal memakai GeForce atau Radeon. utk game biasanya orang lebih memilih radeon, sedangkan utk pekerjaan grafis 3d biasanya GeForce lebih banyak dipilih.
original site by donz,Direktorat Sistem Informasi UNAIR



Sumber: aindra.blogspot.com 




TAMBAHAN lagi:




VGA CARD DDR3, DDR2, ataupun yg masih DDR1 atau biasa disebut DDR aja......sbenarnya lebih mengacu pada jenis dan kecepatan VGA itu sendiri......Jadi VGA dgn DDR1,DDR2, DDR3, DDR4, dan DDR5 tetap bisa dipasangkan pada motherboard yg masih DDR1 sekalipun....yg penting jenis slot VGA nya sama dgn slot VGA pada MOTHERBOARD...apakah itu slot AGP atau slot PCIe...

Seperti yg aku sebutkan tadi bahwa jenis DDR lebih mengacu pada kecepatan sebuah VGA akan aku jelaskan ...


-- VGA DDR1/DDR biasanya kecepatannya hanya mencapai 400MHz saja.

-- VGA DDR2 biasanya kecepatannya antara 400 sampai 1000MHz
-- VGA DDR3 kecepatannya kira2 antara 1200 sampai 1800MHz
-- VGA DDR4 kecepatannya antara 1800 sampai 2200MHz
-- Dan VGA DDR5 , yg sekarang cuma bart dipakai oleh VGA dari ATI RADEON HD4870 kecepatannya sangat fantastis mencapai 3600 sampai 4000MHz atau 4GHz.

Jadi semakin cepat sebuah VGA maka akan semakin baik pula dia dalam bekerja......jadi baik itu motherboard yg masih menggunakan memory RAM jenis DDR ataupun yg sudah di atasnya tetap bisa menggunakan VGA dgn jenis DDR manapun...yg jelas ...bila menggunakan VGA yg cepat maka kinerja komputer pun akan cepat pula..


Jenis RAM pada motherboard tidak ada hubungannya dgn jenis RAM pada VGA....yg penting VGA yg akan kita pakai atau yg akan kita beli sama jenis slot VGA nya...apakah AGP atau PCIe..


---TAMBAHAN--


Dalam memilih sebuah VGA kita tentu menginginkan sebuah VGA yg cepat........dalam memilih sbuah VGA...kita jangan terpaku melihat besarnya ram VGA yg biasanya ditulis dalam satuan MB, sperti 128MB, 256MB dan sterusnya...tapi liat lah MEMORY CLOCK atau kecepatan memory nya sperti yg aku jelaskan diatas....dan liat juga BIT pada VGA,..BIT pada VGA bukanlah ktajaman warna sperti yg ada di display properties windows..tpi bit pda VGA adalah lEbar jalur data yg dimiliki oleh VGA....dan dari kdua inilah kita bisa melihat kcepatan sebuah VGA...

CONTOH....aku jelaskan klau bit dan clock memory jauh lbih pnting dari pda bsarnya RAM VGA....misalnya ada 3VGA ..anggap aja clock memory nya sama yaitu misalnya 1800MHz..
- VGA A RAM 1GHz ddr 3 64 bit
- VGA B RAM 512Mb ddr3 128 bit
- VGA C RAM 256 ddr3 256 bit
maka yg tercepat adalah VGA C...meskipun dia punya RAM yg kecil ..tapi dia punya bit yg besar....VGA C 4X lbih cpat dari VGA A...Dan 2X lbih cpat dri VGA B.....
RUMUS nya ( bit dikali clock memory) hasilnya dibagi 8..

SEMOGA MEMBANTU
Sumber : www.kaskus.us

Jumat, 01 Juli 2011

MAINBOARD / MOTHERBOARD

 
  Mainboard atau motherboard adalah sebuah papan rangkaian elektronik utama yang menjadi landasan dari komponen-komponen lainnya, seperti processor, memory, Video Graphic Acceleration (VGA), dan sound card dalam slot-slot/soket yang tersedia. Pamakaian jenis processor sangat mempengaruhi pemilihan motherboard. 
Motherboard adalah tempat keluar-masuknya data, menghubungkan seluruh peralatan komputer, dan membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar. Kualitas motherboard sangat ditentukan oleh chipset yang tertanam di dalamnya, seperti SIS, Nvidia Nforce, INTEL, VIA, dan lain-lain. 

Definisi

Motherboard adalah board (papan) induk atau mainboard yang semua device dipasang mulai dari processor, memory, slot-slot untuk ekspansi, dan lain-lain. Papan induk ini tak kalah penting dengan processor. Jika dianalogikan dengan manusia, motherboard adalah rangkaian pembuluh darah dan jaringan urat syaraf pada komputer.
Motherboard yang kurang baik akan mengakibatkan tidak maksimalnya kinerja peripheral lain. Oleh karena itulah, kinerja komputer sangat dipengaruhi oelh pemilihan motherboard yang tepat. Banyak merek dan jenis mainboard yang beredar saat ini. Bagi yang ingin merakit komputer sendiri, disarankan agar lebih hati-hati dalam memilih jenis motherboard

Cara Kerja

Di dalam sistem komputer, peripheral-peripheral akan saling terkoneksi dalam mainboard dan dapat melanjutkan instruksi melalui jalur-jalur pada board. Semua peripheral yang terkoneksi tersebut akan menjadi sebuah sistem yang utuh. Sementara itu, fungsi mainboard pada umumnya adalah mendistribusikan arus input dan arus data yang dibutuhkan saat berjalannya proses di dalam komputer. 

Northbridge dan Southbridge

Ada dua chipset utama pada mainboard, yaitu Nortbridge dan Southbridge. Northbridge berfungsi menjembatani arus data di sekitar main memory dan prosesor serta mengatur kerja power management. Sementara itu, Southbridge berfungsi mengatur kerja peripheral-peripheral seperti IDE Controller, PCI Bus, AGP, dan fungsi I/O (Input/Output) lainnya. 

BIOS

Di dalam mainboard, terdapat juga chipset EPROM yang berisi sistem operasi dasar, yaitu BIOS (Basic Input/Output System). BIOS berfungsi melakukan Bootstrap dan inisialisasi hardware pada saat booting

I/O Ports

I/O (Input/Output) ports adalah bagian mainboard yang berfungsi berinteraksi dengan user melalui media peripheral I/O seperti keyboard, mouse, printer, dan lain-lain. Saat ini, hampir semua mainboard memiliki interface PS/2, USB, LPT, PCL, dan Serial.
Semua ports tersebut memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri. Pada initnya, karakteristik dan fungsi tersebut dapat memudahkan user berinteraksi dangan komputer dalam melakukan pekerjaan. 

Memilih Mainboard

Hal yang harus diperhatikan saat akan memilih atau merakit mainboard atau motherboard adalah spesifikasi yang berbeda untuk setiap merek. Karena banyak jenis motherboard sekarang ini.

·        Kemampuan motherboard untuk bisa di-upgrade sampai dengan kecepatan processor berapa? Biasanya, motherboard mampu di-upgrade dengan mengganti processor. Pengetahuan tentang hal ini sangat penting saat akan membeli motherboard.

·        Kapasitas memory RAM yang dipasang pada motherboard. Semakin besar memorinya, maka semakin menguntungkan.

·        Mengetahui slot yang tersedia untuk setiap jenis RAM, misalnya berapa slot yang disediakan untuk EDO, RAM, SDRAM, dan lain-lain.

·        Setting motherboard dilakukan secara BIOS (software) atau secara jumper setting.

·        Jumlah slot untuk ISA dan PCI. Slot-slot ini sangat berguna untuk penambahan peripheral, misalnya audio card.

·        Power Supply untuk motherboard AT, ATX, atau Baby AT.

·        Kecepatan Speed Bus untuk memori (66, 100, 133, 200, 400 Mhz).

·        Apakah VGA card dan audio sudah onboard atau tidak?

·        Setiap motherboard berpasangan dengan processor tertentu, yaitu tipe socket atau slot yang tersedia untuk processor.

Merakit Mainboard

Hal yang harus diperhatikan saat akan memilih atau merakit mainboard atau motherboard adalah spesifikasi yang berbeda untuk setiap merek. 
  • Setiap motherboard berpasangan dengan processor tertentu, yaitu tipe socket atau slot yang tersedia untuk processor.
  • Kemampuan motherboard untuk bisa di-upgrade sampai dengan kecepatan processor berapa? Biasanya, motherboard mampu di-upgrade dengan mengganti processor. Pengetahuan tentang hal ini sangat penting saat akan membeli motherboard.
  • Kapasitas memory RAM yang dipasang pada motherboard. Semakin besar memorinya, maka semakin menguntungkan. 
  • Mengetahui slot yang tersedia untuk setiap jenis RAM, misalnya berapa slot yang disediakan untuk EDO, RAM, SDRAM, dan lain-lain. 
  • Setting motherboard dilakukan secara BIOS (software) atau secara jumper setting
  • Jumlah slot untuk ISA dan PCI. Slot-slot ini sangat berguna untuk penambahan peripheral, misalnya audio card.
  • Kecepatan Speed Bus untuk memori (66, 100, 133, 200, 400 Mhz).
  • Apakah VGA card dan audio sudah onboard atau tidak?
  • Power Supply untuk motherboard AT, ATX, atau Baby AT.